Jumat, 30 Agustus 2013

Do'a Mandi Sehari-hari(دعا مندي). Syekh Haji Ali Imran Bin Hasan (Buya Ringan-Ringan)

1. أرْكُضْ بِرِجْلِكَ هَذَا مُغْتَسَلٌ بَرِدٌ وَشَرَبٌ
2.اَللهُ رَبُّ الْعَالَمِيْنَ
3.اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ جَعَلَ الْمَاءَ طَهُوْرًا
4.اَللهُم صَلِّ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ طِبِّ الْقُلوب ودوائها و عافية الأبدان وشفائها ونور الأبصار وضيائها وعلي اله وصحبه و سلّم في كلّ لمحة ونفس بعدد كلّ معلوم لك
" Hai ya Allah ya Tuhan agiah ambo aia ka ubek sagalo panyakik, pa angkek sagalo hadas, menghilangkan sagalo najis demi mandapek kasih sayang engkau, karano bahwa sasungguhnyo engkau, bakato engkau dalam kitab engkau yang engkau turunkan, apo kato engkau: فيه رجال يحبّون ان يتطهّروا والله يحبّ المطّهّرين
Kemudian dibaca do'a mandi, yaitu :

1. Do'a Mandi Syekh Burhanuddin El-ulakkaniy
   " Hai sidang di aia, hai sidang di dewa, mailaklah engkau, karano aku ko mandi, mandi arays mandi kursi, madi luh mandilah kalam, mandi tubuh sarato nyawo.
- Sehat tubuah aku
- Tarang hati aku
- Tunduak sakalian banyawo pado aku
- Kasiah sayang sakalian manusia pado aku
- Mandi aia nurullah mandi aia nur muhammad, gilang gemilang cahayo aku, cahayo Allah cahayo Muhammad cahayo bagindo Rasulullah barakaik kulimah:لا اله الّا الله.محمّد رسول الله



2. Do'a Mandi Inyiak Labai Rajo/ Inyiak Buya Ali Imran
  " Tuhan banamo Allah, Allah banamo sifat, Nyawo banamo tubuah, digundam tiado pacah dirandam tiado basah, di baka tiado hanguih,: Jikok perbuatan jin jo setan kembali pado jin jo setan, jikok perbuatan hantu gayu kembali pado hantuu gayu, jikok perbuatan anak sidang manusia kembali pado anak sidang manusia, aku berdiri di dalam kalimah :لااله الّا الله


3. Do'a Mandi Syekh Zakaria Labai Sati Malalo
   " Wali Allah shomad, diriku keramat, shomad nyawoku tajadi, Allah sempurnakan diriku, Nur kato aku asa mulo jadi, Nurullah kato aku, wujud Allah sempurna wujud, duduk aku dengan wujudullah, bakato aku dengan kalamullah, mandi aku didalam kalimah :لا اله الّا الله. محمّد رسول الله


Inilah rangkaian do'a mandi ulama minang kabau, Khususnya Buya Ali Imran Bin Hasan( Buya Ringan-Ringan), di Pondok Pesantren Nurul Yaqin, Yang terletak di Sumatera Barat. Jalan Padang -Bukittinggi. Kabupaten Padang Pariaman, Kecamatan Enam Lingkung.

Kamis, 29 Agustus 2013

Bai'at Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan

# Persyaratan Bai'at:
1. Kain Putih 5 hasta
2. Pisau tajam
3. Cermin yang bisa dilihat disitu muka & dada
4. Sisir Rambut dua macam yaitu: sisir rapat dan jarang
5. Beras satu liter di tambah uang
6. Alat pembersih berupa : sabun mandi, sabun cuci, pasta gigi, shampo, sikat gigi.
7. Bedak bayi ditambah minyak wangi.

# Makna yang terkandung
1. Kain putih 5 hesta mengambarkan bahwa pelajaran kita pelajari yang di minta adalah pelajaran kaji ka mati( pelajaran thariqat)

2. Pisau tajam supaya pengajian jadi tajam untuk apapun/ kalau ada yang menghalang kita dalam mengaji dalam bahasa minang kok ado sesuatu yang mentang diputusi dengan pisau tadi.

3. Cermin supaya terus ma'rifat kepada Allah swt
4. sikat 2 jalur untuk menyelesaikan masalah.
5. Beras supaya bekal tak kurang
6. Alat pembersih karena islam itu bersih.
7. Bedak untuk kesehatan.


Note book : Ini makna yang terkandung dalam syarat bai'at tadi. dari  Buya Ali Imran Bin Hasan( Buya Ringan-Ringan).

Cara-cara Minum

1. Baca Al-fatihah Tuanku Shaliah
2. Baca Q.S Al-falaq
3. Baca Q.S An-nas
4. Baca do'a minum :
هذه البأس إشفي أنت شافي لاشفاء إلّا شفائك شفاء لايغادر سقما
5. Baru minum air dalam 7 degukan dan setiap degugan baca:
"أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
"بسم الله الرحمان الرحيم
"الحمد لله رب العالمين
"الرّحمان الرّحيم
"مالك يوم الدّين
لااله الّاالله
"محمّد رسول الله صلّى الله عليه وسلّم

"Ini keterangan dari kaji Buya Ali Imran bin Hasan. Tuanku Mudo Ringan-Ringan( Buya Ringan-Ringan)."

Senin, 26 Agustus 2013

SIMPULAN KAJI SYEK MUDA ZUL HAMDI TUANKU KERAJAAN NAN SHOLEH

Dari Umar bin Khattab r.a menerangkan tentang laut, bahwa laut itu ada 4 macam yaitu:
-Hawa adalah lautan dosa
-Nafsu adalah lautan syahwat
-Mati adalah lautan umur dan amal
-Kuburan adalah lautan penyesalan.

Dari Ustman bin Affan r.a mengatakan manisnya ibadah karena 4 macam yaitu:
-Ketika menunaikan yang fardhu
-Ketika menjauhi yang haram
-Ketika menyuruh tentang kebaikan untuk mencapai pahala
-Ketika melarang orang membuat dosa supaya terpilahara dari marah Allah swt.

Dari Ali bin Abi Thalib r.a mengatakan: kalau bukan karena 5 sifat tercela pasti semua manusia menjadi sholeh, lima sifat itu ialah:
-Merasa redho dengan kebodohan
-Tamak kepada dunia
-Bakhil(pelit) dengan kekayaan
-Ria dalam beramal
-Bangga pada diri sendiri/merasa hebat.

"Dosa orang mengetahui mempunyai 1 dosa namun orang yang bodoh(tak belajar) mempunyai 2 dosa"